JEJAK LANGKAH GURU KERENDAHAN HATI
Selamat pagi! Salam Laudato Si' untuk kita semua!
Pagi ini, di akhir bulan Maria ini, kita akan menutup seri Berjalan Bersama Fransiskus dengan menatap kembali seluruh perjalanan karya kepausan beliau sejak 2013 hingga 2025. Mari kita memanen kearifan dari tapak demi tapak sejarah. Belajar dari sang guru kerendahan hati :
Tahun 2013: Awal Kepemimpinan dan Fokus pada Belas Kasih
13 Maret 2013, Sore (Waktu Roma): Jorge Mario Bergoglio terpilih menjadi Paus ke-266 Gereja Katolik Roma di Kapel Sistina, Vatikan, sebuah momen kejutan karena ia bukanlah kandidat utama yang banyak diperkirakan, menandai awal kepemimpinan seorang paus dari belahan bumi Amerika Latin. Pengumuman "Habemus Papam" disampaikan dari balkon Basilika Santo Petrus.
19 Maret 2013, Pagi (Waktu Roma): Misa pelantikan kepausan di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, menjadi simbol kesederhanaan awal kepemimpinannya ketika ia memilih untuk tidak mengenakan sepatu merah tradisional paus.
April 2013: Pembentukan Dewan Kardinal (C9) di Vatikan, sebuah langkah awal yang signifikan untuk mereformasi Kuria Roma dan tata kelola Gereja. Detail tanggal dan jam pertemuan awal tidak dipublikasikan secara spesifik.
8 Juli 2013, Pagi (Waktu Italia): Kunjungan apostolik pertama ke luar Roma, ke Pulau Lampedusa, Italia, menjadi tindakan profetik yang menyoroti penderitaan para migran dan pengungsi di Laut Mediterania.
29 September 2013: Pertemuan dengan Patriark Bartolomeus I dari Konstantinopel di Vatikan, sebuah langkah penting dalam upaya ekumenis untuk membangun kembali persatuan antara Gereja Katolik dan Ortodoks. Detail jam tidak dipublikasikan secara spesifik.
24 November 2013: Penerbitan Seruan Apostolik Evangelii Gaudium (Sukacita Injil) di Vatikan, yang menjadi cetak biru kepausannya dengan penekanan pada evangelisasi, belas kasih, dan perhatian terhadap kaum miskin.
Tahun 2014: Perdamaian, Keluarga, dan Reformasi Kuria
24 Februari 2014: Pengumuman pembentukan Sekretariat Ekonomi untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas keuangan Vatikan di Vatikan, sebuah respons terhadap berbagai skandal keuangan yang mencoreng citra Gereja. Detail jam tidak dipublikasikan secara spesifik.
24-26 Mei 2014: Kunjungan apostolik ke Yordania (Amman, Betania di seberang Yordan), Israel (Yerusalem, Betlehem, Tel Aviv), dan Palestina (Betlehem, Yerusalem), di mana momen doa bersama para pemimpin agama pada 26 Mei 2014 di Taman Vatikan menjadi simbol harapan untuk perdamaian di Timur Tengah yang penuh konflik.
September 2014: Pernyataan publik Paus Fransiskus mengenai Perang Dunia Ketiga "sedang terjadi sedikit demi sedikit" (tempat dan waktu spesifik bervariasi tergantung konteks pidato/wawancara), sebuah peringatan keras tentang meningkatnya kekerasan dan konflik di berbagai belahan dunia.
5-19 Oktober 2014: Sidang Luar Biasa Sinode Para Uskup tentang Keluarga di Vatikan, sebuah pertemuan penting yang membuka diskusi tentang isu-isu kontroversial terkait keluarga dan perkawinan dalam Gereja Katolik.
Tahun 2015: Lingkungan Hidup dan Tahun Kerahiman
24 Mei 2015: Penerbitan Ensiklik Laudato Si' (Terpujilah Engkau) di Vatikan, sebuah dokumen revolusioner yang menyerukan tindakan global terhadap perubahan iklim dan kerusakan lingkungan, menghubungkannya dengan keadilan sosial dan martabat manusia.
19-28 September 2015: Kunjungan apostolik ke Kuba (Havana, Holguín, Santiago de Cuba) dan Amerika Serikat (Washington D.C., New York, Philadelphia), di mana pidatonya di hadapan Kongres AS pada 24 September 2015 di Washington D.C. menyerukan persatuan, dialog, dan perhatian terhadap kaum miskin dan imigran.
8 Desember 2015: Pembukaan Yubileum Luar Biasa Kerahiman dengan pembukaan "Pintu Suci" di Basilika Santo Petrus, Vatikan, menandai dimulainya tahun suci yang menekankan pentingnya pengampunan, belas kasih, dan rekonsiliasi dalam kehidupan beriman.
Tahun 2016: Tahun Kerahiman Berlanjut dan Isu-isu Sosial
8 April 2016: Penerbitan Seruan Apostolik Pasca-Sinodal Amoris Laetitia (Sukacita Cinta) di Vatikan, sebuah dokumen yang mendalam tentang kehidupan keluarga di dunia modern, yang menimbulkan diskusi luas tentang pendekatan pastoral terhadap pasangan yang bercerai dan menikah lagi.
24-26 Juni 2016: Kunjungan apostolik ke Armenia (Yerevan, Gyumri), di mana ia secara terbuka mengakui genosida Armenia oleh Turki pada awal abad ke-20, sebuah tindakan yang memiliki implikasi diplomatik yang signifikan.
27-31 Juli 2016: Kunjungan apostolik ke Polandia (Krakow, Częstochowa, Auschwitz-Birkenau) untuk Hari Orang Muda Sedunia di Krakow, di mana kunjungannya ke kamp konsentrasi Auschwitz-Birkenau menjadi momen refleksi mendalam tentang kengerian perang dan pentingnya perdamaian.
4 September 2016: Kanonisasi Bunda Teresa dari Kalkuta di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, sebuah pengakuan atas dedikasinya yang luar biasa kepada orang-orang termiskin di antara yang miskin dan menjadi inspirasi bagi karya-karya amal di seluruh dunia.
Tahun 2017: Perdamaian, Dialog, dan Reformasi Lanjutan
17 Agustus 2016 : Pengumuman pembentukan Dikasteri untuk Kaum Awam, Keluarga, dan Kehidupan di Vatikan, yang efektif berlaku pada 1 September 2016, merupakan langkah penting dalam reformasi Kuria untuk memberikan peran yang lebih besar kepada kaum awam dan memperkuat fokus pada keluarga dan isu-isu kehidupan.
28-29 April 2017: Kunjungan apostolik ke Mesir (Kairo), yang berfokus pada dialog antaragama dengan para pemimpin Muslim dan komunitas Kristen di tengah meningkatnya ancaman ekstremisme.
12-13 Mei 2017: Kunjungan apostolik ke Fatima, Portugal, untuk memperingati seratus tahun penampakan Bunda Maria, sebuah peristiwa yang menarik banyak peziarah dan menekankan pesan perdamaian dan pertobatan.
6-11 September 2017: Kunjungan apostolik ke Kolombia (Bogotá, Villavicencio, Medellín, Cartagena), yang bertujuan untuk mendukung proses perdamaian yang rapuh setelah bertahun-tahun konflik bersenjata.
Tahun 2018: Isu Migrasi, Pelecehan Seksual, dan Pertemuan Keluarga Sedunia
15-18 Januari 2018: Kunjungan apostolik ke Chili (Santiago, Temuco, Iquique), yang dibayangi oleh skandal pelecehan seksual oleh para klerus dan memicu kritik terhadap penanganan Gereja terhadap isu tersebut.
18-21 Januari 2018: Kunjungan apostolik ke Peru (Lima, Puerto Maldonado, Trujillo), di mana ia menyerukan perlindungan terhadap lingkungan Amazon dan hak-hak masyarakat adat.
21-24 Juni 2018: Pertemuan para uskup dari seluruh dunia di Vatikan, yang secara khusus membahas isu pelecehan seksual oleh anggota klerus, menunjukkan meningkatnya kesadaran dan upaya untuk mengatasi krisis ini.
25-26 Agustus 2018: Pertemuan Keluarga Sedunia di Dublin, Irlandia, yang menjadi kesempatan untuk merayakan keluarga dan membahas tantangan-tantangan yang mereka hadapi di dunia modern.
3-28 Oktober 2018: Sidang Biasa Sinode Para Uskup tentang Kaum Muda, Iman, dan Panggilan di Vatikan, yang berfokus pada pendampingan kaum muda dalam perjalanan iman dan penemuan panggilan hidup mereka.
Tahun 2019: Dialog Antaragama, Ekologi Amazon, dan Keadilan Sosial
4 Februari 2019: Penandatanganan dokumen tentang Persaudaraan Manusia untuk Perdamaian Dunia dan Hidup Bersama dengan Imam Besar Al-Azhar, Ahmad Al-Tayyeb, di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, sebuah langkah bersejarah dalam mempromosikan dialog dan kerjasama antara agama-agama besar dunia.
4-10 September 2019: Kunjungan apostolik ke Mozambik (Maputo), Madagaskar (Antananarivo), dan Mauritius (Port Louis), yang menyoroti isu-isu kemiskinan, pembangunan, dan pelestarian lingkungan di benua Afrika.
6-27 Oktober 2019: Sidang Khusus Sinode Para Uskup untuk Wilayah Pan-Amazon di Vatikan, yang membahas isu-isu ekologis, sosial, dan pastoral yang mendesak di wilayah Amazon serta peran Gereja di sana.
Tahun 2020: Pandemi COVID-19 dan Ensiklik tentang Persaudaraan
Maret 2020: Dimulainya pandemi COVID-19 yang memengaruhi seluruh dunia, termasuk Vatikan dan Italia, memaksa Paus Fransiskus untuk beradaptasi dengan cara-cara baru dalam menjalankan pelayanannya, termasuk memimpin doa dan memberikan berkat "Urbi et Orbi" secara luar biasa pada 27 Maret 2020 dari Lapangan Santo Petrus yang kosong sebagai permohonan di tengah krisis global.
3 Oktober 2020: Penerbitan Ensiklik Fratelli Tutti (Saudara Sekalian) di Vatikan, sebuah refleksi mendalam tentang persaudaraan universal dan persahabatan sosial di tengah tantangan individualisme dan ketidakadilan yang diperparah oleh pandemi.
Tahun 2021: Pemulihan Pasca-Pandemi dan Perjalanan Internasional
Paus Fransiskus terus memberikan pesan dan seruan terkait pandemi dari Vatikan, menyerukan solidaritas global dalam distribusi vaksin dan perhatian kepada mereka yang paling rentan.
5-8 Maret 2021: Kunjungan apostolik ke Irak (Baghdad, Najaf, Erbil, Mosul, Qaraqosh), sebuah perjalanan bersejarah untuk menunjukkan solidaritas kepada komunitas Kristen yang menderita akibat konflik dan untuk mempromosikan dialog antaragama, terutama pertemuannya yang signifikan dengan Ayatollah Agung Ali al-Sistani di Najaf.
12-15 September 2021: Kunjungan apostolik ke Hongaria (Budapest) dan Slovakia (Bratislava, Prešov, Košice, Šaštín), yang diwarnai dengan seruan untuk persatuan Eropa dan perhatian terhadap isu-isu migrasi.
Oktober 2021: Pembukaan proses sinodal tentang sinodalitas di seluruh Gereja di Vatikan dan keuskupan-keuskupan lokal, menandai dimulainya upaya transformatif untuk melibatkan seluruh umat Katolik dalam proses pengambilan keputusan dan refleksi tentang masa depan Gereja.
Tahun 2022: Perang di Ukraina dan Krisis Global
Sejak Februari 2022, Paus Fransiskus secara konsisten mengutuk perang di Ukraina dari Vatikan dan berbagai kesempatan lainnya, menjadi suara moral yang kuat menyerukan perdamaian dan mengutuk kekerasan serta penderitaan yang disebabkan oleh invasi tersebut.
2-3 April 2022: Kunjungan apostolik ke Malta (Valletta, Floriana, Ħal Far), di mana ia mengangkat isu migrasi di Laut Mediterania dan menyerukan solidaritas Eropa dalam menghadapi krisis pengungsi.
24-30 Juli 2022: Kunjungan apostolik ke Kanada (Edmonton, Maskwacis, Quebec, Iqaluit), sebuah perjalanan penting untuk meminta maaf secara langsung kepada masyarakat Adat atas luka yang disebabkan oleh sistem sekolah berasrama yang dikelola Gereja.
13-15 September 2022: Kunjungan apostolik ke Kazakhstan (Nur-Sultan) untuk Kongres Pemimpin Agama Dunia dan Tradisional, sebuah platform penting untuk mempromosikan dialog antaragama di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.
Tahun 2023: Perjalanan, Sinode, dan Isu-isu Kontemporer
31 Januari - 5 Februari 2023: Kunjungan apostolik ke Republik Demokratik Kongo (Kinshasa) dan Sudan Selatan (Juba), sebuah ziarah perdamaian ke negara-negara yang dilanda konflik dan kemiskinan, menyerukan rekonsiliasi dan harapan bagi masa depan.
28-30 April 2023: Kunjungan apostolik ke Hongaria (Budapest), di mana ia kembali menekankan pentingnya persatuan Eropa dan perhatian terhadap isu-isu kemanusiaan.
4-29 Oktober 2023: Sesi pertama Sidang Umum ke-16 Sinode Para Uskup di Vatikan, sebuah momen penting dalam proses sinodalitas yang sedang berlangsung, dengan partisipasi yang lebih luas termasuk kaum awam, untuk membahas masa depan Gereja.
Paus Fransiskus terus menyampaikan pandangannya tentang isu-isu global dari Vatikan dan dalam berbagai pidato, termasuk perubahan iklim, ketidakadilan ekonomi, dan ancaman terhadap demokrasi.
Tahun 2024:
Paus Fransiskus melanjutkan upayanya untuk perdamaian melalui berbagai pernyataan dan inisiatif dari Vatikan, termasuk seruan untuk gencatan senjata di berbagai zona konflik dan promosi dialog.
2-13 September 2024: Kunjungan apostolik yang sangat dinantikan ke Indonesia (Jakarta), Papua Nugini (Port Moresby), Timor Leste (Dili), dan Singapura, yang menunjukkan perhatiannya terhadap Gereja di Asia Tenggara dan isu-isu spesifik di kawasan tersebut.
Tahun 2025 (hingga 27 Mei):
Paus Fransiskus terus memimpin proses sinodalitas dari Vatikan, dengan fokus pada sintesis dari berbagai konsultasi dan persiapan untuk sesi sinode berikutnya.
Persiapan intensif untuk Yubileum Biasa 2025 dengan tema "Para Peziarah Harapan" di Roma, yang diharapkan menjadi momen spiritualitas, rekonsiliasi, dan harapan bagi jutaan peziarah dari seluruh dunia.
Seruan berkelanjutan untuk perdamaian terkait berbagai konflik internasional dari Vatikan, menunjukkan komitmennya yang tak henti-hentinya untuk menyelesaikan perselisihan melalui dialog dan negosiasi.
Fate chiasso, mari terus bergerak bersama warisan karya beliau di tengah kita semua!
Cyprianus Lilik K. P. senandungkopihutan@gmail.com
Disclamer: Tulisan ini diolah dari berbagai sumber dan bantuan AI
Dari Sejarah:
Hari Burung Beo Sedunia (World Parrot Day): Diperingati setiap tahun pada tanggal 31 Mei. Hari ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya konservasi burung beo dan habitatnya yang terancam akibat perburuan liar, perdagangan ilegal, dan kerusakan habitat. Peringatan ini menjadi momentum untuk mendukung upaya perlindungan spesies burung eksotis ini.
Hari Tanpa Tembakau Sedunia (World No Tobacco Day): Diperingati setiap tahun pada tanggal 31 Mei oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Meskipun fokus utamanya adalah kesehatan manusia, peringatan ini juga memiliki dimensi lingkungan. Produksi, penggunaan, dan pembuangan produk tembakau berkontribusi terhadap deforestasi, polusi air dan tanah, serta limbah.
