KESRIMPET BEBED KESANDHUNG GELUNG
Pepatah Jawa ini secara
harfiah berarti terjerat bebed (kain jarit) tersandung gelung.
Secara luas pepatah ini
ingin menggambarkan tentang terjeratnya seorang pria pada wanita. Bebed dan
gelung dalam masyarakat Jawa adalah identik dengan wanita itu sendiri. Jadi,
yang dikatakan sebagai kesrimpet bebed kesandung gelung adalah peristiwa
terjeratnya seorang pria (biasanya yang telah berkeluarga) pada wanita wanita
lain (bisa gadis, janda, atau ibu rumah tangga).
Dalam peristiwa semacam
itu si pria bisa tidak berkutik sama sekali (karena telah terjerat dan
tersandung) oleh wanita tersebut sehingga kehidupannya menjadi kacau dan serba
tunduk pada wanita tersebut. Apa pun yang dimaui wanita itu akan dituruti oleh
pria yang terlanjur kesrimpet tersebut.
Pepatah ini ingin
mengajarkan agar kita semua tidak mudah terjerat oleh hal-hal yang nempaknya
memang indah dan nikmat, namun di balik itu hal demikian justru mengancam
ketenteraman, keselamatan, dan kenyamanan hidup kita sendiri dan orang lain
(keluarga, saudara, tetangga, dan sebagainya).***

