RUMANGSANE BOCAH KELAS SIJI PINTER DHEWE

Ungkapan Jawa di atas secara harfiah berarti menurut perasaannya anak kelas satu pandai sendiri.
 
Ungkapan ini secara luas ingin menerangkan tentang perilaku seseorang yang merasa diri paling tahu, paling pintar, paling mengerti sehingga tingkah lakunya menjadi sombong dan meremehkan kemampuan orang lain.

Umumnya, anak-anak sekolah yang baru masuk ke kelas I SD merasa dirinya paling pinter. Mereka lupa bahwa di atasnya masih ada kelas-kelas yang lebih tinggi. Mereka juga akan segera memamerkan nilainya yang bagus kepada orang lain begitu mereka mendapatkan nilai. Hal ini juga dapat dilihat pada dunia bela diri. Orang-orang yang baru saja bergabung dengan sebuah organisasi bela diri mempunyai kecenderungan sok jago. Pamer jurus yang dalam bahasa Jawa bisa disebut sebagai kemaki, mbagusi, kemlinthi. Padahal guru-gurunya yang sudah pendekar justru akan berpembawaan lebih tenang dan tidak banyak tingkah.

Ungkapan di atas hanya ingin menerangkan bahwa orang yang ilmunya cetek justru akan banyak membual, banyak bicara, dan sombong. Mungkin dalam bahasa Indonesia hal ini sepadan maknanya dengan tong kosong berbunyi nyaring.***