KAYA BUBUK OLEH LENG
Pepatah Jawa di atas
secara harfiah berarti seperti bubuk (nama jenis serangga yang suka melubangi
perabotan dari kayu atau rotan) mendapatkan lubang.
Pepatah Jawa ini secara
lebih luas ingin menyatakan tentang niat buruk atau jahat seseorang yang
kemudian mendapatkan peluang. Oleh karena mendapatkan peluang, maka ia bisa
berlaku jahat dengan seenaknya. Hal ini dapat dicontohkan misalnya ada seorang
seorang pencuri yang mengetahui bahwa sasaran rumah yang ditujunya secara
kebetulan sedang ditinggalkan penghuninya, maka ia bisa leluasa melakukan
kegiatan pencurian di rumah tersebut. Pada kasus itulah ia ibarat binatang
bubuk oleh leng.
Hal ini dapat
dicontohkan juga dengan kasus-kasus korupsi yang terjadi di negeri kita. Oleh
karena dirinya berkuasa dan punya koneksi orang-orang hebat sehingga merasa
tidak diawasi, maka ia melakukan korupsi. Tidak ada orang yang berani
memprosesnya karena ia punya jaringan orang-orang kuat. Orang yang beperilaku
demikia seperti bubuk oleh leng.
Pepatah ini ingin mengajak kita untuk menghapuskan niat jahat atau buruk
yang hinggap di hati seseorang karena niat semacam itu sering tanpa disadari
memang mendapatkan peluangnya. Artinya, peluang untuk berbuat buruk itu selalu
mungkin terjadi.***
Baca juga KAYA DHENGKUL IKET-IKETAN

