GONDHELAN PONCOTING TAPIH
Pepatah Jawa di atas
secara harfiah berarti berpegangan simpul kain (penutup badan).
Tapih dalam bahasa Jawa
berarti kain penutup badan, khususnya badan bagian pinggul ke bawah. Baik pria
maupun wanita dalam masyarakat Jawa masa lalu terbiasa mengenakan kain sebagai
bagian dari kelengkapan berpakaiannya. Akan tetapi kata atau istilah tapih
lebih ditujukan untuk menamai kain yang dikenakan oleh kaum wanita.
Poncot adalah simpul.
Akan tetapi simpul dalam tapih yang dikenakan kaum wanita umumnya bukan sekadar
simpul. Simpul di ujung tapih bagian atas ini umumnya digunakan untuk membawa
sesuatu. Entah itu uang, perhiasan, atau benda-benda lain.
Gondhelan poncoting tapih adalah kiasan atau peribahasa yang ditujukan
untuk menggambarkan anak atau orang yang selalu bergantung kepada ibu atau
istrinya. Artinya, dalam keseluruhan kehidupan anak atau pria yang bersangkutan
ia tidak bisa mandiri atau independen. Mati, hidup, keputusan, dan keseluruhan
hal-ihwal hidupnya hanya bergantung pada ”poncot” dari sang ibu atau istri.***
Baca juga IDU DIDILAT MANEH

