GAWE LUWANGAN KANGGO NGURUGI LUWANGAN
Pepatah Jawa di atas
secara harfiah berarti membuat lubang untuk menutupi lubang.
Pekerjaan membuat lubang
untuk menutupi lubang sebenarnya dapat dipandang sebagai pekerjaan yang sia-sia
karena niatan untuk menutupi lubang dilakukan dengan membuat lubang baru.
Sekalipun tanah dari hasil penggalian lubang baru dapat digunakan untuk
menutupi lubang lama, namun hakikat beradanya lubang tidak juga segera hilang
atau tertutup secara merata dan tuntas.
Pepatah tersebut sebenarnya ditujukan untuk memberi gambaran akan
perilaku orang yang mencari hutangan untuk menutupi atau melunasi hutang
lamanya. Dengan demikian hutang lamanya terlunasi namun ia menjadi memiliki
hutang baru atau tanggungan yang baru.***
Baca juga GOLEK BANYU BENING

